SEJARAH SINGKAT PROFINSI KALIMANTAN TENGAH
SEJARAH HPMKT – YOGYAKARTA
Dari sumber yang diperoleh, yakni dari Ketua HPMKT Yogyakarta yang menjabat pada sekitar tahun 1979 adalah Bapak Tito S. Rasat, Ketua HPMKT Yogyakarta yang menjabat pada tahun 1981 adalah Bapak Andar Ardi dan Ketua HPMKT Yogyakarta yang menjabat pada tahun 2004-2006 adalah Bapak Ahmad Sofian Apriadi, S.Farm.,Apt.
HPMKT Yogyakarta perkiraan terbentuk pada sekitar tahun 1979, Ketua Pertama HPMKT Yogyakarta adalah Tito S. Rasat, kemudian dilanjutkan, pada tahun 1981 hingga sekitar tahun 1985 oleh Andar Ardi. Lalu pada sekitar tahun 1987 kepemimpinan HPMKT Yogyakarta dilanjutkan oleh Marthadinata (Dibuk).
Bapak Tito Rasat menuturkan bahwa beliau merupakan salah satu pendiri HPMKT Yogyakarta. Pada sekitar tahun 1987, data dan dokumentasi pendirian HPMKT Yogyakarta diserahkan kepada Bapak Marthadinata (Dibuk) selaku Ketua Ketiga HPMKT Yogyakarta. Dari Bapak Tito S. Rasat diperoleh beberapa informasi tentang pembentukan HPMKT Yogyakarta adalah sebagai berikut.
1. Latar Belakang Kebutuhan kepemimpinan daerah ke depan. Mengingat perlunya untuk mengajak mahasiswa agar berorganisasi dan peduli terhadap keadaan lingkungannya. Pada saat itu, terjadi berbagai dinamika pada kalangan mahasiswa Kalimantan Tengah di Yogyakarta, seperti kapasitas asrama yang belum mencukupi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Selain itu, dari Pemerintah Daerah Yogyakarta juga mengadakan program yakni setiap bulannya ada penampilan kesenian dari setiap daerah Indonesia yang ada di Yogyakarta. Dalam kegiatan ini mahasiswa Kalimantan Tengah ikut berpartisipasi yang diselenggarakan di Gedung Sasono Budoyo, Dan kegiatan sosial lainnya yang mendukung kesejahteraan mahasiswa Kalimantan Tengah di Yogyakarta.
2. Founder HPMKT, pmbuat draft AD/ART Adapun pendiri dan pembuat draft AD/ART HPMKT Yogyakarta adalah sebagai berikut. Tito. S. Rasat selaku pendiri HPMKT Yogyakarta. Pembuatan draft AD/ART yang dibahas oleh tim perumus : 1) Rinco Norkim 2) Wahyudi. K. Anwar 3) Arsel Idjard, 4) J. Sukoyo dan 5) Tito. S. Rasat
3. Musyawarah Pendirian dan Pemilihan Pengurus HPMKT Yogyakarta • Diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober 1979. • Kepengurusan yang terpilih pada saat itu adalah sebagai berikut. Ketua Umum : Tito S. Rasat Sekretaris Umum : Alexander Binti Bendahara Umum : Yusri HA Wakil Ketua I : Husaini Idris Wakil Ketua II : Saduri Mangkin Wakil Sekretaris : Bustani Mamud Wakil Bendahara : Tandjung A. Sangkai
4. Program yang dilaksanakan sebagai berikut. • Berpartisipasi dalam Penampilan Pentas Seni Budaya di Yogyakarta pada tahun 1980, dengan menghadirkan pelatih dari Kalimantan Tengah. • Mengadakan Perkemahan Pelajar/Mahasiswa se Jawa-Bali, yang diselenggarakan pada 22-24 Oktober 1980 di Pakem, Kaliurang.
Bapak Andar Ardi menyebutkan bahwa pembentukan HPMKT Yogyakarta bertujuan sebagai berikut.
1. Terpelihara rasa persatuan sesama Itah Dayak asal Kalimantan Tengah, juga dengan para masyarakat Kalimantan Tengah yang berada di Yogyakarta. Itah Dayak pada saat ibu yakni MR Tambuang, JP Regar, Ibu Suwarno, dan Ibu Nila Riwut.
2. Memudahkan komunikasi dengan pihak Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi Kalimantan Tengah, yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan mahasiswa Kalimantan Tengah yaitu kegiatan seni budaya, bakti masyarakat, pentas seni dan masih banyak lagi kegiata lainnya yang diadakan di Jogja.
3. Memperkenalkan kearifan lokal Oloh Dayak di Jogja, karena Jogja dikenal dengan sebutan Indonesia Mini. Pada sekitar tahun 1980an, Asrama Kalimantan Tengah terletak di Jalan Abu Bakar Ali Nomor 16 Yogyakarta, yang menjadi penghuni pertama asrama pada saat itu adalah Tito Rasat Tanjung Sangkai, Onen Usup, Muller, Nicodemus, Horton, Kasmiri, Roni, Murjani, Razak, S.Mangkin, Icip, Andre, dan lain lain, ada yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada yakni Usup dan Kiwok Rampai, serta Pdt. Paulus Buanan yang berkuliah Universitas Kristen Duta Wacana, yang pada saat itu juga berjualan bubur kacang ijo di depan Asrama Kalimantan Tengah.
Berdasarkan sumber dari Bapak Ahmad Sofian Apriadi, S.Farm.,Apt. Ketua HPMKT 2004-2006 sekitar tahun 2000an, HPMKT Yogyakarta digerakkan oleh mahasiswa dari Palangka Raya, hal ini karena mayoritas penghuni Asrama Kalimantan Tengah di Jalan Pakuningratan Nomor 61 adalah mahasiswa dari Palangka Raya. Sementara Asrama Kalimantan Tengah di Jalan Abu Bakar Ali Nomor 16 adalah mayoritas mahasiswa dari Kotawaringin Timur. Kemudian pada sekitar tahun 2004-2006, ada dinamika yang terjadi terkait Asrama Kalimantan Tengah di Yogyakarta. Hingga menghasilkan Keputusan, dilaksanakannya renovasi besar-besaran dan peresmian Asrama Kalimantan Tengah di Yogyakarta oleh Gubernur Kalimantan Tengah yakni Bapak Agustin Teras Narang. Dimana sebelumnya Asrama Kalimantan Tengah yang terletak di Jalan Abu Bakar Ali Nomor 16 yang sebelumnya merupakan asrama untuk putra dialihkan menjadi asrama untuk putri. Lalu Asrama Kalimantan Tengah untuk putra terletak di Jalan Pakuningratan Nomor 61, Yogyakarta. Pada saat itu, kebijakannya adalah penghuni Asrama Kalimantan Tengah merupakan perwakilan dari setiap kabupaten/kota dari Kalimantan Tengah. Kemudian Asrama Kalimantan Tengah di Jalan Abu Bakar Ali Nomor 16 yang dijadikan asrama putri, juga difungsikan untuk tempat menginap bagi masyarakat Kalimantan Tengah sedang yang berkunjung ke Jogja, dimana bangunan induk dari asrama ini adalah cagar budaya.
PERKEMBANGAN TENTANG KONDISI HPMKT – YOGYAKARTA DI MASA KINI
Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kalimantan Tengah (HPMKT) sebagai representasi mahasiswa dan komunitas intelektual muda Kalimantan Tengah di Yogyakarta dan sebagai bagian dari entitas masyarakat Kalimantan Tengah secara keseluruhan, wajib berperan serta dalam mengupayakan terciptanya kehidupan yang demokratis, adil, makmur dan merata di ranah lokal Provinsi Kalimantan Tengah secara khusus dan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. HPMKT – Yogyakarta merupakan ruang bersama untuk bertukar pikiran yang diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yaitu Kebudayaan misalnya Festival Manggatang (Mamangun Tuntang Mahaga Huma Betang), yang kedua yaitu Sosial misalnya berbagi ilmu dengan mengadakan live in di desa atau pengasahan simpati-empati dengan berbagi takjil dan buka puasa bersama di bulan Ramadhan, adapun aspek yang terakhir yaitu Pendidikan, HPMKT selalu menjadi ruang terbuka ketika mahasiswa mengalami permasalahan dalam dunia akademik Sejarah ini dituliskan oleh Kepengurusan HPMKT Yogyakarta tahun 2025.
#BangunKaltengdariYogyakarta



